BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS �

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الآخِرَةُ

خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلاَ تَعْقِلُون

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka . Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"

(Al-An'am:32)

21.10.09

5 Wasiat Allah SWT Kepada Rasulullah SAW

Dari Nabi SAW, " Pada waktu malam saya diisra'kan sampai ke langit, Allah SWT telah memberikan 5 wasiat, antaranya:

  1. Janganlah engkau gantungkan hati mu kepada dunia, kerana sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau.
  2. Jadikan cinta mu kepada Ku sebab tempat kembali mu adalah kepada Ku.
  3. Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga
  4. Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu tidak sedikitpun ada kuasa di tangan mereka.
  5. Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya pertolongan itu beserta qiyamullail.
Ibrahim bin Adham berkata,"Telah datang kepadaku beberapa orang tetamu, dan saya tahu mereka itu adalah wakil guru tarekat. Saya berkata kepada mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya yang akan membuatkan saya takut kepada Allah SWT. Lalu mereka berkata, "Kami wasiatkan kepada anda 7 perkara, iaitu:

  • orang yang banyak bicaranya, janganlah kamu harapkan sangat kesedaran hatinya
  • orang yang banyak makan, janganlah kamu harapkan sangat kata-kata hikmat daripadanya
  • orang yang banyak bergaul dengan manusia, janganlah kamu harapkan sangat kemanisan ibadahnya
  • orang yang cinta kepada dunia, janganlah kamu harapkan sangat husnul khatimahnya
  • orang yang bodoh, janganlah kamu harapkan sangat akan hidup hatinya
  • orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim, janganlah kamu harapkan sangat kelurusan agamanya
  • orang yang mencari keredhaan manusia, janganlah kamu harapkan sangat keredhaan Allah daripadanya."
Wallahu aálam

13.10.09

Jom Dengar Kuliah....


Ustaz Kazim Elias - Hukum Allah from manchuping on Vimeo.

8.10.09

Waktu Gempa Di Indonesia Sama dengan Surah dan Ayat Dalam Al-Quran!!!!!

Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qurân! demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Quran dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt.. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:

17.16 (QS. Al Israa' (Surah ke - 17 ayat 16): "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya."�

17.58 (QS. Al Israa' (Surah ke - 17 ayat 58): "Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz)."

8.52 (QS. Al Anfaal (Surah ke - 8 Ayat: 52): "(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Firaun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya."�

Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Firaun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik.

sumber; eramuslim

2.10.09

Sebuah Dialog Di Malam Hari

"Akhi*, dulu ana* merasa semangat saat-saat aktif dalam dakwah. Tapi, kebelakangan ini rasanya semakin terasa hambar. Ukhuwah* makin kering-kontang, bahkan ana melihat ternyata banyak ikhwah* pula yang aneh dan pelik!"


Begitu keluh kesah seorang mad'u* kepada murabbi*nya di suatu malam. Sang murabbi hanya terdiam, mencuba terus menggali semua kegelisahan dalam diri mad'unya.


"Lalu apa yang ingin anta* lakukan setelah merasakan semua itu?" Sahut sang murrabi setelah sesaat termenung seketika.


"Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku dan sikap beberapa ikhwah yang tidak Islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti*; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Jika terus begini, lebih baik ana bersendiri saja." Ikhwah itu berkata.


Sang murabbi termenung kembali. Tidak kelihatan raut terkejut daripada wajahnya. Sorot matanya tetap kelihatan tenang, seakan jawapan itu memang sudah diketahuinya sejak awal.


"Akhi, bila satu kali anta naik sebuah kapal mengharungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah rosak. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang reput, bahkan kabinnya penuh dengan sampah bauan kotoran akibat manusia. Lalu apa yang anta lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?" Tanya seorang murabbi dengan kiasan yang mendalam maknanya.


Sang mad'u terdiam berfikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam dengan kiasan yang amat tepat.


"Apakah anta memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan?" Sang murabbi mencuba memberi jawapan kepadanya.


"Bila anta terjun ke laut, sesaat anta akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan anta untuk berenang sampai tujuan? Bagaimana bila ribut datang? Dari mana anta mendapat makan dan minum? Bila malam datang bagaimana anta mengatasi hawa dingin?"


Serentetan pertanyaan dihamparkan di hadapan sang ikhwah tersebut. Tidak semena-mena, sang ikhwah menangis tersedu-sedu. Tak kuasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kekadang memuncak, namun sang murabbi yang dihormatinya justeru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.


"Akhi, apakah anta masih merasa bahawa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju redha ALLAH SWT?"


Pertanyaan yang menghujam jiwa sang ikhwah. Ia hanya mengangguk.


"Bagaimana bila ternyata kereta yang anta bawa dalam menempuh jalan itu ternyata rosak dan bermasalah? Anta akan berjalan kaki meninggalkan kereta itu tersadai di tepi jalan atau mencuba memperbaikinya?" Tanya sang murabbi lagi.


Sang ikhwah tetap terdiam dalam esakan tangis perlahannya. Tiba-tiba ia mengangkat tangannya.


"Cukup akhi, cukup. Ana sedar. Maafkan ana, InsyaALLAH ana akan tetap istiqamah*. Ana berdakwah bukan untuk mendapat pingat kehormatan atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan. Atau ana mendapat nama di sisi manusia. Biarlah yang lain dengan urusan peribadi masing-masing. Biarlah ana tetap berjalan dalam dakwah dan hanya Allah swt sahaja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji-NYA. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan jadi pelebur dosa-dosa ana."


Sang mad'u berazam di hadapan sang murabbi yang semakin dihormatinya. Sang murabbi tersenyum.


"Akhi, jama'ah* ini adalah jama'ah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan dan kekurangan. Tapi di sebalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki. Mereka adalah peribadi-peribadi yang menyambut seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan ALLAH SWT."


"Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu meresahkan perasaan anta. Sebagaimana ALLAH SWT menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka di mata anta dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Kerena di mata ALLAH SWT, belum tentu antum lebih baik dari mereka."


"Futur*, mundur lemah atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidakkesepakatan selalu diselesaikan dengan jalan itu; maka apakah dakwah ini dapat berjalan dengan baik?" Sambungnya panjang lebar.


"Kita bukan sekadar pemerhati yang hanya berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding jari kerana sesuatu kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafir pun boleh melakukannya. Tapi kita adalah dai'e. Kita adalah khalifah. Kitalah yang diberi amanat oleh Allah swt untuk menyelesaikan masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya membongkarnya, yang menjadikan ia semakin meruncing dan membarah."


Sang mad'u termenung sampai merenungi setiap kalimat murabbinya. Azamnya kembali menguat. Namun ada satu hal yang tetap bergelayut di hatinya.


"Tapi bagaimana ana boleh memperbaiki organisasi dakwah dengan kemampuan ana yang lemah ini?"


Sebuah pertanyaan konstruktif akhirnya muncul juga.


"Siapa kata kemampuan anta lemah? Apakah Allah swt menjadikan begitu kepada anta? Semua manusia punya potensi yang berbeza. Namun tak ada yang mampu melihat bahawa yang satu lebih baik dari yang lain!" Sahut sang murabbi.


"Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah kerjasama dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang pada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu kerana peringatan selalu berguna bagi orang yang beriman. Bila ada sebuah isu atau fitnah, tutuplah telinga anta dan bertaubatlah. Singkirkan segala prasangka anta terhadap saudara anta sendiri."


Malam itu sang mad'u menyedari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap hidup bersama jama'ah untuk tetap mengharungi jalan dakwah dan tarbiyah. Kembalikan semangat itu saudaraku, jangan biarkan putus asa itu hilang, ditelan gersangnya debu yang menerpa. Biarlah itu semua menjadi saksi sampai kita diberi dua kebaikan oleh ALLAH SWT.


Kemenangan atau Mati Syahid



Ikhlas adalah roh daripada setiap amal. Ikhlas adalah motivasi yang kuat agar amal kita tetap terjaga sentiasa, tidak usang kerana kepanasan dan tidak luntur kerana kehujanan, tidak ghurur* kerana pujian dan tidak kendur kerana cacian. Terus bergerak ke arah tujuan yang paling tinggi puncak dan cita-citanya. Peliharalah keikhlasan dalam bekerja. Semoga kita sama-sama terus istiqamah dalam dakwah dan tarbiyyah.

20.9.09


Salam 'Aidilfitri buat mak, ayah, isteri, adik-adik (di Malaysia dan di Mesir),guru-guru, ustaz-ustaz, ustazah-ustazah, kawan-kawan serta sesiapa saja yang mengenali diri ana. Moga 'Aidilfitri kali ini membawa sinar keimanan yang baru dalam hidup kita. Maaf zahir dan batin...

10.9.09

Pelumba atau sekadar pemerhati?

Ramadhan Al-Mubarak semakin menghampiri pengakhirannya. Samada sedar atau tidak, Ramadhan kini sudah pun menginjak ke 10 malam yang terakhir. Bilangan malam yang amat kritikal bagi mereka yang menanti-nantikan saat bertemunya dengan Lailatul Qadar yang dijanjikan.

Sudah semestinya bila tiba saja 10 malam yang terakhir ini, para mukminin yang bertaqwa akan berlumba-lumba meningkatkan amal ibadah masing-masing dengan harapan dapat bertemu dengan satu malam yang terlebih baik dari 1000 bulan....iaitulah malam Lailatul Qadar. Malam yang menjanjikan seribu satu hikmah, kebajikan dan pahala bagi sesiapa saja yang berusaha untuk mendapatkannya dengan melipatgandakan amal ibadah.

Persoalannya, apakah kita sekarang ini termasuk di dalam perlumbaan tersebut atau sekadar menjadi pemerhati untuk melihat siapakah pemenangnya yang berjaya menggondol hadiah seperti yang dijanjikan?


7.9.09

Doktor Neurologi Temui Keajaiban ALLAH

Assalam Mu’alaikum W.W.W! Dan Salam Sejahtera! Sahabat2 semua yang Islam Dan juga yang Bukan Islam… Bacalah E mail ini dari sahabat yg menetap di US:


‘Seorang doktor di Amerika Syarikat telah memeluk Islam kerana beberapa keajaiban yang ditemuinya dalam penyelidikannya. Dia amat kagum dengan penemuan tersebut, sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran.


Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam, dia amat yakin akan perubatan secara Islam Dan dengan itu telah membuka sebuah klinik yang bertemakan ‘Perubatan Melalui Al-Qur’an’ ..


Kajian perubatan melalui Al-Qur’an membuatkan ubat-ubatannya berteraskan apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Di antara kaedah-kaedah yang digunakan termasuklah berpuasa, madu lebah, biji hitam (black seed) Dan sebagainya.


Apabila ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam, Maka doktor tersebut memberitahu bahawa semasa beliau melakukan kajian urat saraf, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki oleh darah . Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal.


Setelah membuat kajian yang memakan masa, akhirnya beliau mendapati Bahawa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia melainkan pada ketika seseorang itu sedang sujud semasa mengerjakan Sembahyang!! !


Urat tersebut memerlukan darah hanya untuk Beberapa sukatan yang tertentu sahaja. Ini bermaksud bahawa darah hanya akan memasuki urat tersebut mengikut kadar sembahyang waktu yang diwajibkan oleh Islam……. Begitulah keagungan ciptaan Allah!!!


Tidak menunaikan sembahyang , akan otaknya tidak Akan dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal!!!


Oleh yang demikian, kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganuti agama islam ’sepenuhnya’ kerana sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agama-Nya yang indah ini.’


* Tolong sebarkan maklumat ini kepada saudara Muslim - Muslimat yang lain agar menjadi amalan kepada Kita semua. Ilmu Yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang Mengajarnya meskipun dia sudah mati.

4.9.09

Sedekah Berbuka Besar Pahalanya

Ibn ‘Abaas berkata, “Rasulullah adalah orang yang paling banyak bersedekah dan baginda memperbanyakkan sedekah di bulan ramadhan iaitu bulan di mana Jibrael bertemu baginda setiap malam dari awal hingga akhir Ramadhan.” (alBukhari). Sabda Rasulullah SAW “Barangsiapa yang memberi makan (berbuka) untuk orang yang berpuasa ia akan mendapat pahala yang sama banyaknya dengan pahala puasa orang yang diberi makan itu, tanpa mengurangkan sedikitpun pahala orang itu. ”. Riwayat (at-Tirmidzi).

IBNU Abbas meriwayatkan bahawa Nabi Muhammad bersabda yang bermaksud: “Apabila datang hari pertama Ramadan, maka bertiuplah angin 'Al-Mutsiiratu' dari Arsy dan menggerakkan daun pohon syurga hingga terdengar sayup-sayup suara merdu yang tidak pernah terdengar oleh sesiapa pun. "Bidadari melihat dan mendengar ke arah sayup-sayup suara merdu itu sambil berkata: “Ya Allah, jadikan kami pada bulan ini (Ramadan) sebagai isteri hamba-hamba- Mu. Maka Allah mengahwinkan hamba-Nya yang berpuasa pada bulan Ramadan dengan bidadari cantik.”



Ini adalah salah satu cebisan kebaikan dan ketinggian Ramadan yang sedang dilalui umat Islam.



Kita harus bersyukur kerana dapat berada dalam Ramadan al-Mubarak, iaitu bulan awalnya rahmat, pertengahannya pengampunan dan akhirnya merdeka (terlepas) daripada api neraka.

Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim daripada Abu Hurairah, Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Barang siapa menahan tidur serta beramal pada Ramadan dengan beriman bersungguh-sungguh akan kelebihannya serta ikhlas semata-mata kerana Allah, nescaya diampuni segala dosanya yang lalu.”


Bulan Ramadan mempunyai lima keistimewaan yang tidak ada pada bulan yang lain, iaitu puasa selama sebulan, Lailatul Qadar, zakat fitrah, Nuzul Quran dan amal kebajikan.


Salman Al Farisi meriwayatkan: “Dalam sebuah hadis panjang, Rasulullah berkhutbah di hadapan kami pada akhir bulan Syaaban. Baginda berpesan yang bermaksud: “Wahai umat manusia, sesungguhnya kami naungi bulan yang mulia lagi diberkati kerana Ramadan itu adalah bulan kesabaran dan sabar itu balasannya adalah syurga. Ramadan juga adalah bulan yang padanya ditambah Allah rezeki orang mukmin.“Barang siapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada bulan ini, adalah baginya pahala seperti memerdekakan seorang hamba dan dosa-dosanya pula diampunkan.”