BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الآخِرَةُ

خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلاَ تَعْقِلُون

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka . Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"

(Al-An'am:32)

10.8.09

Hidup Yang Lalai

Dalam era menuju serba canggih dan mencabar ini, seringkali kita membicarakan soal investment ataupun financial planning. Sudah menjadi lumrah setiap orang akan mengatakan antara ipian dalam kehidupan mereka adalah untuk mencapai what we called ‘financial freedom’ either by the age of 40, before retirement come or even at the age of 20 to 25.

Orang yang bijak selalunya di kaitkan dengan mereka-mereka yang telah mengecap kejayaan dalam masa yang singkat dan pada umur yang masih muda kerana mereka sudah terkehadapan berbanding yang lain. Dan sering orang ramai akan menasihati kepada kita untuk sentiasa memerhatikan tabungan atau perancangan di masa hadapan supaya kita tidak ketinggalan untuk menikmati pelbagai habuan dunia yang terhidang di hadapan mata kita.

Dari al-Mustaurid bin Syaddad Radiyallahu 'anhu, katanya: “Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah dunia ini kalau dibandingkan dengan akhirat, melainkan seperti sesuatu yang seseorang di antara engkau semua menjadikan jarinya masuk dalam air lautan, maka lihatlah berapa banyak air yang melekat di jarinya itu. Jadi dunia itu sangat kecil nilainya dan hanya seperti air yang melekat di jari tadi banyaknya.” (Riwayat Muslim)

Perbezaan penting lainnya antara dunia dan akhirat adalah bahwa kehidupan dunia itu merupakan mukadimah bagi kehidupan akhirat, sebagai sarana untuk memperoleh kebahagiaan abadi. Kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang sesungguhnya. Kerana kehidupan dunia, meskipun nikmat-nikmat material dan maknawinya itu dituntut oleh manusia, namun melihat kenyataan bahwa kehidupan dunia itu hanyalah tempat ujian dan jalan untuk meraih kesempurnaan hakiki dan kebahagiaan abadi, kehidupan dunia itu bukanlah yang sejati. Yang sejati adalah bahwa manusia itu menyiapkan bekal untuk kehidupannya di akhirat kelak.

“Dia lah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) – untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya; dan Ia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang yang bertaubat) “ (Al-Mulk;2)

Maka itu, siapa yang melupakan kehidupan akhirat dan pandangannya hanya terfokus kepada kelazatan dunia, serta ia menganggap bahwa kelazatan dunia itu merupakan tujuan terakhirnya, berarti ia belum mengetahui nilai akhirat secara baik. Bahkan ia menduga bahwa dunia itu mempunyai nilai sendiri, karena ia menempatkan sarana sebagai tujuan. Sebenarnya usaha dan penilaiannya itu adalah sia-sia dan penipuan atas diri sendiri. Oleh karena itu, Al-Qur’an menganggap kehidupan dunia ini sebagai permainan, sia-sia dan tipu daya, serta mengangkat akhirat sebagai kehidupan yang hakiki dan sejati.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa hinanya dunia sedemikian itu dalam kaitannya dengan pandangan para pecinta dunia dan orang-orang yang senantiasa hidup dalam kesenangan dunia. Pada dasarnya, kehidupan dunia ini bagi orang-orang yang saleh yang telah mengenal hakikatnya dan memandang dunia ini hanyalah sarana, senantiasa dioptimalkan untuk kebahagiaan mereka yang abadi. Maka, dunia bagi orang-orang seperti ini tidaklah hina dan tercela, malah sebagai sarana yang bernilai besar bagi mereka.

0 comments: